Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Sunday, February 14, 2021

SOUL TRAVELLERS

Judul       : Soul Travellers

Penulis    : Andre Mokalu and Friends    

Penerbit  : Grasindo

Buku travelling pasti dari judulnya aja udah kelihatan, yang berisi kumpulan 39 penulis Indonesia yang berbagi kisah perjalanannya dari berbagai kota di dunia. Kalo kata Andre Mokalu pembuatan buku ini bertujuan untuk berbagi semangat dan inspirasi kepada generasi muda untuk travelling dan finding the meaning of life sebagai proses pendewasaan. Ok langsung aja baca review-nya nih....

Soul Travellers, Turning Miles in to Memories menceritakan tentang perjalanan, perjalanan yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Tempat-tempat yang dikunjungi oleh para penulis buku ini adalah tempat yang sering menjadi tujuan para travellers, tempat yang tidak asing lagi bagi dunia pariwisata. Namun disisi lain ada tempat-tempat yang asing yang bahkan kita saja tidak pernah berpikir untuk pergi ketempat tersebut dan ketika mendengar tempat itu hanya akan menibulkan tanya: untuk apa pergi kesana?

Dibuku ini juga akan diceritakan tujuan setiap perjalanan, tentu saja perjalanan tersebut memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada yang memang murni untuk liburan, ada yang untuk menempuh pendidikan, ada pula perjalanan dalam rangka dinas pekerjaan.

Sebuah perjalanan sarat akan pelajaran, pengalaman dan kenangan. Dari perjalanan-perjalanan ini kita dapat belajar bahwa tidak semua hal akan berjalan dengan apa yang telah kita rencanakan, tak selamanya perjalanan itu mudah, bahkan sering kali akan muncul kesulitan-kesulitan tak terduga. Setiap tempat mempunyai cerita sendiri. Perjalanan selalu membawa kenangan, dan hasil suatu perjalanan seharusnya adalah perubahan. Perjalanan yang mempengaruhi kehidupan, mendewasakan pola pikir dan memberikan pemahaman- pemahaman baru.

Melalui travelling kita bisa memahami interaksi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, melalui buku ini pula kita dapat merasakan apa yang penulis rasakan pada tempat dan makna perjalanannya karena disampaikan dengan begitu ekspresif.

Disini ga aku tulisin satu-satu garis besarnya ya karna terlalu banyak, ada 39 negara uy yang jadi bagian perjalanannya. Jadi kalo penasaran langsung aja baca bukunya dijamin ga bakalan bosan dan inspiring banget. dan tentu aja banyak life lesson-nya yang bisa diambil.

Setelah membaca buku ini menurutku pribadi seperti telah ikut dalam setiap perjalanan para penulisnya. Memunculkan satu pemikiran bahwa suatu saat nanti aku harus melakukan sebuah perjalanan yang benar-benar life-changing trips, keluar dari comfort zone dan menemukan titik balik kehidupan yang sesungguhnya. Bukan berarti perjalanan-perjalanan yang sebelumnya ga bermakna loh ya, hanya saja ingin sesuatu yang lebih dari sebelumnya.

Ok segitu dulu untuk Soul Travellers...

See you next review...

AWS

Thursday, August 29, 2013

Planet

Planet adalah benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri. Kata planet berasal dari bahasa Yunani Asteris Planetai yang artinnya bintang pengelana. Mengapa disebut bintang pengelana? Karena dari bumi, planet terlihat seperti bintang yang bercahaya dan memiliki posisi yang berubah-ubah atau berpindah tempat. Posisi planet berubah-ubah karena seperti halnya bumi, planet juga bergerak mengelilingi matahari.

Berdasarkan bahan pembentuknya, planet dibedakan menjadi dua jenis. Planet kebumian karena terdiri dari bebatuan seperti bumi. Dan planet yang tersusun dari gas. Yang termasuk planet kebumian adalah Merkurius, Venus, dan Mars. Sedangkan Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus adalah planet yang tersusun dari gas. Ada beberapa planet yang bisa dilihat dari bumi dengan mata telanjang. Tetapi kalau kamu belum tahu, pasti kamu akan mengira planet itu sebagai bintang. Ya, karena besarnya sama dengan bintang dan bersinar juga seperti bintang. Lho? kok bersinar seperti bintang? bukankah planet itu tidak mengeluarkan cahaya????
Planet terlihat dari bumi seperti bercahaya karena planet memantulkan cahaya matahari, seperti bulan.

Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus adalah planet yang dapat terlihat dari bumi karena cahayanya yang terang dan jaraknya yang lebih dekat dengan bumi dibanding dengan planet lain. Cobalah besok pagi kamu bangun dari tidur lebih pagi. Buka jendela kamarmu, kemudian perhatikan langit sebelah timur. Kalau cuaca cerah atau langit tidak mendung, pasti kamu akan menemukan ada sebuah bintang yang tampak lebih besar dan lebih dekat dengan bumi. Atau, pada senja hari kamu juga akan menemukan bintang itu. Itulah Venus yang terkenal dengan sebutan bintang fajar atau bintang senja.

Dari manakah asal nama-nama planet tersebut?? Ternyata nama-nama planet tersebut diambil dari nama-nama dewa bangsa Yunani dan Romawi kuno.
Pada tanggal 24 Agustus 2006 Persatuan Astronomi Internasional membuat kesepakatan baru tentang defenisi planet, yaitu:
  • Beredar mengelilingi matahari
  • Mempunyai gaya gravitasi dan berbentuk hampir bulat
  • Mengosongkan garis edar atau orbitnya sehingga tidak bisa ditempati oleh benda angkasa yang lain, serta
  • Tidak terjadi aktivitas nuklir di intinya seperti matahari
Berdasarkan penemuan baru ini, ternyata pluto, yang awalnya masuk menjadi planet baru, menjadi tidak masuk kedalam jenis planet tetapi masuk kedalam kelmpok planet kerdil.
Kumpulan delapan planet lengkap dengan matahari kita ini disebut sabagai tata surya.

Fenomena UFO


Kamu pernah mendengar tentang piring terbang tidak? Banyak orang mengira dan yakin kalau piring terbang itu memang ada. Menurut banyak orang, piring terbang adalah salah satu pesawat udara milik alien yang tinggal di luar tata surya, di angkasa yang jauh sana. Alien adalah sebutan untuk makhluk luar angkasa. Banyak orang menganggap kalau alien itu memiliki kecerdasan yang sangat tinggi dan lebih cerdas dari manusia serta memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih canggih dibandingkan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia.

Piring terbang ini terkenal juga dengan istilah UFO. Yaitu kepanjangan dari Unidentificated Flying Object. Artinya objek terbang yang tidak teridentifikasi. Kenapa disebut sebagai objek yang tidak teridentifikasi? Karena keberadaan piring terbang atau UFO ini masih menjadi teka-teki. Kamu pasti tahu kenapa itu teka-teki? Teka-teki adalah sesuatu yang belum ditemukan jawaban atau penjelasannya. Yang pasti, itu adalah salah satu misteri langit yang mungkin suatu saat nanti bisa ditemukan jawabannya melalui penelitian-penelitian ilmiah tentang angkasa luar.

Monday, December 31, 2012

Tips Jadi Guru Yang Disukai Siswa


Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. semua guru sepertinya mengharapkan ini. tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa. jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan mengajar.
Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah, tapi juga tidak sulit. namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. berikut adalah caranya.
  • tidak terlalu banyak melakukan metode ceramah
  • memberikan contoh kepada siswa apa yang ia ingin siswa lakukan. jika berharap siswa hormat kepada anda, silahkan terlebih dahulu menjaga harga diri siswa anda di kelas
  • jika marah atau kecewa pada siswa, berbicaralah pada merekan dan bukan berteriak
  • berbagi senyum tulus pada semua siswa. siswa yang dicap sebagai anak yang bermasalah akan luntur dan akan menyukai anda jika anda berikan senyuman pada mereka
  • memotivasi siswa dengan caramemotivasi dan bukan menyindir
  • menggunakan humor pada tempat dan saat yang tepat
  • mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa. mudah diajak berteman artinya anda pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang profesional.berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi anda dikemudian hari.
  • penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses. hindari meneruskan warisan guru lain dan melanjutkan cap yang sudah diterima siswa tertentu.

Sunday, December 23, 2012

Model Pembelajaran Make A Match


Model Pembelajaran Make A Match adalah suatu tipe Model pembelajaran Konsep . Model pembelajaran ini mengajak murid mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan konsep melalui suatu permainan kartu pasangan (Komalasari, 2010: 85).
Langkah langkah Model Pembelajaran Make A Match menurut Lorna Curran(Komalasari, 2010: 85) adalah sebagai berikut :
1.     Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
2.     Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3.     Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegan
4.     Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
5.     Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
6.     Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
7.     Demikian seterusnya
8.     Kesimpulan/penutup

Model Pembelajaran IOC (Inside Outside Circle)


Model Pembelajaran IOC (Inside Outside Circle)adalah model pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur.

Sintaks pembelajaran ini adalah:
1.     Separuh dari sejumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar,
2.     separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam,
3.     siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan,
4.     siswa yang berada di lingkran luar berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan seterusnya.

Model Pembelajaran DPLS (Double Loop Problem Solving)


DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama dari timbulnya masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanjutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut.
Sintak pembelajaran ini adalah:
1.     identifkasi,
2.     deteksi kausal
3.     solusi tentative,
4.     pertimbangan solusi,
5.     analisis kausal,
6.     deteksi kausal lain, dan rencana solusi yang terpilih.
Langkah penyelesaian masalah sebagai berikut:
1.     menuliskan pernyataan masalah awal,
2.     mengelompokkan gejala,
3.     menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi,
4.     mengidentifikasui kausal,
5.     imoplementasi solusi,
6.     identifikasi kausal utama,
7.     menemukan pilihan solusi utama, dan
8.     implementasi solusi utama.

Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)


Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu aktivitas tertentu. Dalam pengertian lain, model diartikan sebagai barang tiruan, metafor, atau kiasan yang 
dirumuskan. Pouwer (1974:243) menerangkan tentang model dengan anggapan seperti kiasan yang dirumuskan secara eksplisit yang mengandung sejumlah unsur yang saling tergantung. Sebagai metafora model tidak pernah dipandang sebagai bagian data yang diwakili. Model menjelaskan fenomena dalam bentuk yang tidak seperti biasanya. Setiap model diperlukan untuk menjelaskan sesuatu yang lebih atau berbeda dari data. Syarat ini dapat dipenuhi dengan menyajikan data dalambentuk: ringkasan (tipe, diagram), konfigurasi ( structure ), korelasi (pola), idealisasi, dan kombinasi dari keempatnya. Jadi model merupakan kiasan yang padat yang bermanfaat bagi pembanding hubungan antara data terpilih dengan hubungan antara unsur terpilih dari suatu konstruksi logis.

Model pembelajaran merupakan kerangka yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pemandu bagi para perancang desain pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Soekamto, 1997:78),. Menurut Mitchell dan Kowalik (Rahman, 2009:8): Creative, an idea that has an element of newness or uniqueness, at least to the one who creates the solution, and also has value and relevancy. Problem, any situation that presents a challenge, an opportunity, or is a concern. Solving, devising ways to answer, to meet, or to resolve the problem . Therefore, creative problem solving or cps is a process, method, or system for approaching a problem in an imaginative way and resulting in effective action.

Sedangkan menurut Karen (Dewi, 2008:28) model Creative problem Solving (CPS) adalah model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan.

Model Creative Problem Solving (CPS) pertamakali dikembangkan oleh Alex Osborn pendiri The Creative Education Foundation (CEF) dan co-founder of highly successful New York Advertising Agenncy . Pada tahun 1950-an Sidney Parnes bekerjasama dengan Alex Osborn melakukan penelitian untuk menyempurnakan model ini. Sehingga model Creative Problem Solving ini juga dikenal dengan nama The Osborn-parnes Creative Problem Solving Models. Pada awalnya model ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan agar para karyawan memiliki kreativitas yang tinggi dalam setiap tanggungjawab pekerjaannya, namun pada perkembangan selanjutnya model ini juga diterapkan pada dunia pendidikan.

Langkah-langkah dalam CPS menurut William E. Mitchell dan Thomas F. Kowalik (Rahman, 2009:10) adalah:

a. Mess-finding (menemukan masalah yang dirasakan sebagai pengganggu)

Tahap pertama, merupakan suatu usaha untuk mengidentifikasi situasi yang dirasakan mengganggu.

b. Fact-finding (menemukan fakta)

Tahap kedua, mendaftar semua fakta yang diketahui yang berhubungan dengan situasi tersebut, yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi informasi yang tidak diketahui tetapi esensial pada situsi yang sedang diidentifikasi dan dicari.

c. Problem-finding (menemukan masalah)

Pada tahap menemukan masalah, diupayakan mengidentifikasi semua kemungkinan pernyataan masalah dan kemudian memilih yang paling penting atau yang mendasari masalah.

d. Idea-finding

Pada tahap ini diupayakan untuk menemukan sejumlah ide atau gagasan yang mungkin dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

e. Solution-finding

Pada tahap penemuan solusi, ide-ide atau gagasan-gagasan pemecahan masalah diseleksi, untuk menemukan ide yang paling tepat untuk memecahkan masalah.

f. Acceptance-finding

Berusaha untuk memperoleh penerimaan atas solusi masalah, menyusun rencana tindakan dan mengimplementasikan solusi tersebut.

Proses pembelajaran dengan model pembelajaran CPS menurut Pepkin (Dewi, 2008:30) terdiri dari langkah-langkah:

a. Klarifikasi Masalah

Klasifikasi masalah meliputi penjelasan mengenai masalah yang diajukan kepada siswa, agar siswa memahami penyelesaian seperti apa yang diharapkan.

b. Pengungkapan Pendapat

Pada tahap ini siswa diberi kebebasan untuk mengungkapkan pendapat tentang bagaimana macam strategi penyelesaian masalah. Dari setiap ide yang diungkapkan, siswa mampu untuk memberikan alasan.

c. Evaluasi dan Pemilihan

Pada tahap evaluasi dan pemilihan ini, setiap kelompok mendiskusikan pendapat-pendapat atau strategi mana yang cocok untuk menyelesaikan masalah

d. Implementasi (penguatan)

Pada tahap ini siswa menentukan strategi mana yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah, kemudian menerapkanya sampai menemukan penyelesaian dari masalah tersebut. Selain itu, pada tahapan implementasi, siswa diberi permasalahan baru agar dapat memperkuat pengetahuan yang telah diperolehnya.

Daftar Bacaan:

Depdiknas. 2005. Kemampuan Guru dalam Mengajarkan Matematika [Online] . Tersedia: http://www.dikdasmen.depdiknas.go.id/htm/info-Dikdasmen/info-6hal-07.htm [12 April 2009].

Dewi, E P. 2008. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematika Siswa SMA . Skripsi FPMIPA UPI. Bandung: tidak diterbitkan.

Pepkin, K. 2000. Creative Problem Solving in Math . [Online]. Tersedia: www.artofproblemsolving.com. [7 Februari 2008].

Rahman, B. 2009. Perbandingan Kemampuan Koneksi Matematik Siswa yang Pembelajarannya Menggunakan Model Creative Problem Solving (CPS) dengan Siswa yang Pembelajarannya Menggunakan Model Konvensional. Skripsi FPMIPA UPI. Bandung: tidak diterbitkan.

Sumber gambar: http://creativeeducationfoundation.org